Fasilitasi dan Jemput Bola PBG, Warga Antusias Urus Perizinan Bangunan

Sleman — Dalam rangka mempermudah layanan perizinan bagi masyarakat, Padukuhan Nandan bekerja sama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan Fasilitasi dan Jemput Bola Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Dispensasi pada Jumat, 10 Oktober 2025. Acara berlangsung mulai pukul 19.30 WIB di Pendopo Bulak Plataran Nandan dan diikuti oleh lebih dari 40 warga yang ingin mengurus atau berkonsultasi terkait dokumen perizinan bangunan.

Kegiatan ini merupakan bentuk pelayanan langsung ke masyarakat, agar proses pengurusan PBG dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan tanpa biaya (gratis). Warga cukup membawa berkas persyaratan seperti fotokopi sertifikat atau letter C, fotokopi KTP pemohon, dan materai Rp10.000.

Linda salah satu warga nandan, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan jemput bola ini.

“Biasanya kami bingung dan harus ke kantor kabupaten kalau mau ngurus sesuatu. Tapi dengan kegiatan seperti ini, semua jadi lebih mudah, gratis ,tidak perlu bolak-balik ke kantor dinas dan saya tidak harus mengajukan cuti di tempat kerjaan Terima kasih kepada padukuhan dan pihak dinas yang sudah memfasilitasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Dukuh Nandan, Susila Sudiarta, menyampaikan apresiasi kepada warga dan pihak DPMPTSP Sleman yang telah mendukung kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga Nandan yang antusias hadir serta kepada DPMPTSP Kabupaten Sleman yang telah berkenan turun langsung ke lapangan. Harapan kami, kegiatan jemput bola seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya untuk urusan PBG, tetapi juga di bidang pelayanan publik lainnya,” ujar Susila.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan dapat mempermudah warga dalam mendapatkan pelayanan administrasi, memang sudah saatnya pemerintah dari tingkat bawah sampai yang tertinggi mulai mengubah paradigma pelayanan masyarakat, dengan mempermudah akses, persyaratan, birokrasi dan membebaskan biaya. karena tidak dipungkiri bahwa salah satu faktor tidak berhasilnya program pemerintah disebabkan keengganan masyarakat mengurus administrasi, dikarenakan pandangan bahwa masyarakat akan repot, persyaratan dan birokrasi yang rumit, belum lagi jika ada biaya uang harus dikeluarkan.

admin ndt