Warga Nandan Pertanyakan Sistem DESIL : Dulu Dapat Bansos, Kini Tidak Lagi

Sleman – Sejumlah warga di Padukuhan Nandan,Sariharjo, Ngaglik, Sleman, mulai mempertanyakan sistem DESIL yang kini digunakan pemerintah sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos). Pasalnya, beberapa warga yang sebelumnya rutin mendapat bansos, kini tidak lagi terdata karena masuk dalam kategori Desil 6–10.

Apa Itu DESIL?

Setelah rilis dokumen Keputusan Menteri Sosial (Kepmensos) Nomor 79/HUK/2025, istilah desil sering muncul dalam berbagai informasi terkait bantuan sosial di Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apa itu desil bansos? DESIL adalah sistem pembagian kelompok masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan, mulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan klasifikasi ini berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ada 10 tingkatan DESIL, yaitu:

1. Desil 1: Sangat Miskin

2. Desil 2: Miskin

3. Desil 3: Hampir Miskin

4. Desil 4: Rentan Miskin

5. Desil 5: Pas-pasan

6–10: Menengah ke atas (tidak diprioritaskan untuk bansos).

Dampak Bagi Penerima Bansos

Beberapa warga Nandan mengaku terkejut karena tahun ini tidak lagi mendapat bantuan sembako atau BPNT “Dulu saya rutin dapat setiap bulan. Tapi setelah dicek, katanya sekarang masuk Desil 6, jadi dianggap sudah mampu. Padahal sehari-hari masih serba pas-pasan,” ungkapnya.

Senada dengan itu warga yang lain juga mengalami hal serupa. Ia dulunya penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Namun setelah adanya sistem DESIL, namanya tidak lagi tercantum. “Anak saya masih sekolah, biaya masih berat. Tapi sekarang tidak dapat bantuan. Katanya karena saya sudah masuk Desil 7,” ujarnya dengan nada kecewa.

Siapa yang Masih Bisa Mendapat Bansos?

Menurut aturan, warga yang masuk Desil 1 hingga 4 menjadi prioritas utama penerima bansos seperti PKH, Program Sembako (BPNT), Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), hingga Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Kemudian desil 5 masih bisa menerima sebagian bantuan namun terbatas,hanya menerima bansos BPNT, PBI-JK, asistensi rehabilitasi sosial, dan bansos lain,sedangkan Desil 6 ke atas dipandang sudah lebih sejahtera sehingga tidak diprioritaskan.

Bagaimana Warga Bisa Mengecek DESIL?

Status DESIL dapat dicek melalui DTSEN yang dikelola pemerintah. Masyarakat bisa memeriksa status penerima bansos melalui petugas di kalurahan atau melalui kanal resmi yang disediakan oleh Kemensos baik melalui laman resmi maupun aplikasi. Simak cara cek status penerima bansos berikut ini. 

1. Via Laman Cek Bansos

Bagi yang ingin memeriksa status penerima bansos melalui laman resmi Cek Bansos, adapun langkah-langkahnya yaitu:

1. Kunjungi situs Cek Bansos melalui laman cekbansos.kemensos.go.id di browser.

2. Pilih wilayah penerima bansos sesuai data diri, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa/kelurahan.

3. Isi nama lengkap penerima bansos.

4. Masukkan huruf dan kode acak yang muncul pada layar.

5. Klik "Cari Data".

Jika menjadi penerima bansos, maka sistem menampilkan nama, usia, jenis bansos, dan periode pencairannya. Apabila berstatus bukan sebagai penerima bansos, maka sistem menampilkan keterangan "Tidak Terdapat Peserta/PM (Penerima Manfaat)".

2. Via Aplikasi Cek Bansos

Selain melalui laman, memeriksa status penerima bansos bisa melalui aplikasi Cek Bansos. Langkah-langkahnya yaitu:

1. Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store (untuk ponsel Android) atau App Store (untuk ponsel iOS Apple iPhone).

2. Buka aplikasi Cek Bansos.

3. Tekan tombol "Lewati" untuk mempercepat akses ke bagian pengecekan bansos dan masuk ke halaman beranda Cek Bansos.

4. Pilih wilayah penerima bansos, seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan.

5. Isi hasil perhitungan sebagai kode keamanan yang muncul di layar.

6. Tekan "Cari Data".

7. Sistem akan menampilkan nama penerima bansos, usia penerima, dan jenis bansos yang diterima.

Suara Warga

Dukuh Nandan Susila Sudiarto, ketika dihubungi juga mengaku awalnya tidak mengetahui adanya sistem baru ini karena memang merasa tidak ada sosialisasi sebelumnya, ia mengetahui setelah pada bulan Juli yang lalu mendapat laporan dari warga yang sudah tidak mendapat bansos lagi, kemudian berinisiatif menanyakan kepada petugas Dinas Sosial kabupaten Sleman “sistem DESIL ini masih baru dan agak membingungkan, warga merasa kondisi ekonomi sehari-hari tidak jauh berbeda dari sebelumnya, namun status di data pemerintah justru membuat mereka kehilangan akses bansos.

“Kami mendukung sistem DESIL ini karena lebih jelas kriterianya namun berharap ada peninjauan ulang dalam pendataan yang melibatkan perangkat desa, RT dan RW yang ada di padukuhan, Jangan sampai salah sasaran, orang yang masih membutuhkan justru tidak dapat bantuan,” tutur Dukuh Nandan

Kesimpulan

Perubahan sistem penentuan bansos melalui DESIL membawa dampak bagi warga. Sebagian keluarga yang dulunya penerima bantuan kini tidak lagi mendapatkannya. Meski pemerintah menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar lebih tepat sasaran, masyarakat menilai perlu ada mekanisme koreksi dan pendampingan agar mereka yang masih membutuhkan tidak terabaikan. (Admin NDT)