Pengukuhan Jaga Warga Padukuhan se-Kalurahan Sariharjo

Jaga Warga Nandan Resmi Dikukuhkan, Siap Menguatkan Gotong Royong dan Menjaga Semangat Kebersamaan

NANDAN, SARIHARJO , Di tengah kesibukan masyarakat yang makin beragam, masih ada sekelompok warga yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk urusan yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Bukan karena mendapat gaji bulanan atau fasilitas khusus, melainkan karena ada kesadaran bahwa kehidupan bermasyarakat yang baik tidak bisa berjalan sendiri. Semangat itulah yang mewarnai pengukuhan Pengurus Jaga Warga se-Kalurahan Sariharjo di Gedung Serbaguna Sedan, termasuk Jaga Warga Padukuhan Nandan yang turut dikukuhkan malam itu

Salah satu yang turut dikukuhkan adalah Pengurus Jaga Warga Padukuhan Nandan, bersama ratusan pengurus lainnya dari 16 padukuhan se-Kalurahan Sariharjo. Total terdapat sekitar 400 anggota Jaga Warga yang dikukuhkan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Kamis malam (18/06) di Gedung Serbaguna Sedan.

Untuk Padukuhan Nandan sendiri, kepengurusan Jaga Warga periode ini dipimpin oleh Bapak Sutarto sebagai ketua, dengan didukung 25 anggota yang merupakan perwakilan dari 10 RT di Padukuhan Nandan.

Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terbentuknya Jaga Warga di seluruh wilayah Sariharjo. Menurut beliau, menjadi pengurus Jaga Warga adalah bentuk pengabdian sosial yang mungkin tidak menghasilkan keuntungan materi, tetapi memiliki nilai yang jauh lebih besar.

"Jaga Warga adalah kerja sosial yang bayarannya berupa pahala yang akan kita petik kelak."

Pesan tersebut terasa sangat relevan bagi para pengurus yang malam itu resmi mengemban amanah baru. Sebab menjadi bagian dari Jaga Warga bukan soal jabatan, melainkan kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Penggerak Kehidupan Sosial

Bagi Padukuhan Nandan, pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial yang selesai setelah foto bersama dan sambutan-sambutan. Lebih dari itu, ini menjadi momentum untuk memperkuat peran warga dalam menjaga kehidupan sosial yang selama ini telah menjadi salah satu kekuatan utama Nandan.

Bupati juga berpesan agar pengurus Jaga Warga menjauhkan diri dari ego maupun kepentingan pribadi. Sebaliknya, organisasi ini harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pembangunan yang berjalan di wilayah Sleman.

Pesan tersebut sejalan dengan harapan masyarakat Nandan agar Jaga Warga dapat menjadi wadah yang aktif, responsif, dan dekat dengan kebutuhan warga.

Dengan keterwakilan dari seluruh RT, Jaga Warga Nandan diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antarwarga, membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan, serta memperkuat rasa kepedulian dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan bermasyarakat di Nandan.

Menjaga Semangat Nandan yang Guyub dan Inovatif

Selama beberapa tahun terakhir, Nandan dikenal sebagai padukuhan yang aktif melahirkan berbagai gagasan dan kegiatan berbasis partisipasi masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan, agama, hingga berbagai inovasi yang melibatkan warga lintas generasi.

Namun, sebagaimana sebuah keluarga besar, kehidupan sosial tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Dinamika masyarakat yang semakin beragam membutuhkan ruang dialog, koordinasi, dan penguatan solidaritas yang terus-menerus.

Karena itu, pada periode kepengurusan ini, Jaga Warga Nandan diharapkan dapat mengambil peran yang lebih strategis dalam dinamika kehidupan sosial masyarakat. Tidak hanya hadir ketika muncul persoalan, tetapi juga menjadi motivator dan penggerak semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kebersamaan antarwarga.

Peran tersebut penting agar budaya saling membantu yang telah lama hidup di Nandan tidak sekadar menjadi cerita nostalgia, melainkan tetap tumbuh dan relevan di tengah perubahan zaman.

Nandan selama ini memiliki semangat untuk terus berkembang dan berinovasi. Namun kemajuan yang dicita-citakan bukanlah kemajuan yang membuat masyarakat tercerabut dari akar budayanya sendiri.

Karena itu, keberadaan Jaga Warga diharapkan dapat ikut menjaga keseimbangan tersebut: mendorong kemajuan, membuka ruang kolaborasi, dan mendukung berbagai inovasi warga, sekaligus memastikan nilai-nilai kearifan lokal, guyub rukun, musyawarah, dan gotong royong tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru yang dipimpin Bapak Sutarto bersama 25 anggota dari 10 RT, harapan itu kini memasuki babak baru.

Tugas mereka memang tidak ringan. Tidak ada target keuntungan, dan mungkin lebih sering menerima aduan daripada pujian. Namun di situlah nilai pengabdian kepada lingkungan dan masyarakat itu berada.

Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah padukuhan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kuatnya ikatan sosial antarwarganya. Dan malam ini, melalui pengukuhan Jaga Warga, Nandan kembali menegaskan bahwa semangat untuk tumbuh bersama, bergotong royong, dan saling menjaga masih terus menyala.

Redaksi Nandan Digital Troops